Contohpengggunaan transmisi roda gigi yaitu, pada transmisi kendaraan bermotor. JENIS RODA GIGI Jenis roda gigi yang dapat dipakai untuk sistem transmisi dan penerus daya : 1. Roda Gigi Lurus (Spur Gear) torsi hingga 25.000 kg.m, putaran hingga 30.000 rpm, dan kecepatan hingga 70 m/s 2. Biaya produksinya lebih murah untuk rasio kecepatan
Roadbike atau sepeda balap digunakan untuk menggambarkan sepeda yang dibuat untuk melakukan kegiatan bersepeda dengan kecepatan tinggi di jalan beraspal. Jangan gegabah memilih sepeda balap yang tepat atau hanya ikutan tren. yang merujuk pada jumlah roda gigi. Sebagian besar sepeda mempunyai 8-10 gigi. Baik chainrings maupun cogs
Rodagigi yang besar berputar lebih rendah, tetapi memiliki torsi yang lebih tinggi. Besar kecepatan putar dan torsi keduanya proporsional Roda gigi atau gir [1] adalah bagian dari mesin yang berputar untuk men transmisikan daya. Roda gigi memiliki gigi-gigi yang saling bersinggungan dengan gigi dari roda gigi yang lain.
jumlahroda gigi A adalah 10 , B = 30 , C =20 , D = 40ratio gear = ( 30 : 10 ) x ( 40 : 20 )= 3 x2= 6Jadi ratio gearnya adalah 6 , maksudnya adalah 6 kali putaran kopling akan menghasilkan1 kali putaran output pada poros keluaran transmisi.Demikianlah penjelasan saya mengenai cara menghitung ratio gear transmisi.
Perancangan dan Pembuatan Alat Peraga Transmisi Roda Gigi (Bagian ALAT KOMUNIKASI WIRELESS MENGGUNAKAN PEMANCAR DAN PENERIMA FM UNTUK PENGENDARA SEPEDA MOTOR: DESAIN LOGIKA FUZZY UNTUK PENGUKURAN KECEPATAN DAN TORSI TANPA SENSOR PADA MOTOR DC oleh Nofa Fajar Jiwanto (041910201144) Jurusan Teknik Elektro, Program Studi S1 Teknik
Vay Tiį»n Online Chuyį»n Khoįŗ£n Ngay. Sistem transmisi dibuat untuk men-transmite atau menghubungkan putaran yang dihasilkan oleh mesin ke roda. Tapi transmisi tidak menghubungkan begitu saja, melainkan ada mekanisme perubahan momentum didalam transmisi. Itu karena fungsi transmisi adalah sebagai pengatur perbandingan gigi agat motor mampu bergerak dalam kecepatan tinggi dan juga mampu bergerak di medan tanjakan. Ada dua jenis transmisi pada motor yakni ; Transmisi manual, jenis yang ini menggunakan beberapa perkaitan roda gigi untuk menghasilkan perbandingan yang berbeda. Untuk memilih perbandingan gigi biasanya dilakukan melalui selektor. CVT, continously variable transmission atau transmisi otomatis menggunakan variable diameter gear untuk menentukan moment output. Sistem ini memungkinkan motor beraksekerasi dengan cepat dan bisa bergerak dalam kecepatan tinggi tanpa prose pemindahan gigi. Untuk model transmisi manual, sebelumnya juga sudah kita bahas. Namun pada pembahasan sebelumnya itu, kita hanya membahas cara kerjatransmisi manual. Sekarang, kita akan bahas nama-nama komponen yang ada pada transmisi manual sepeda motor. Nama Komponen Transmisi Manual Motor dan Fungsinya img by Pada transmisi sepeda motor, ada dua kelompok komponen yakni bagian gear box dan mekanisme perpindahan gigi. Untuk bagian gear box, memiliki komponen sama seperti transmisi mobil namun pada mekanisme perpindahan giginya, jauh berbeda. Selengkapnya simak saja ; A. Bagian Gearbox shaft Poros input adalah sebuah batang besi berbentuk silinder yang terletak pada poros kopling motor. Fungsi dari poros input adalah untuk menangkap putaran dari kopling untuk disalurkan ke gear set didalam transmisi 2. Input gear Input gear adalah roda gigi yang terletak dan menempel pada poros input. Fungsinya sebagai drive gear atau gigi pemutar yang menggerakan roda gigi counter. Input gear umumnya memiliki bentuk yang lebih kecil dari counter gear agar proses perbandingan gigi bisa lebih besar. 3. Output shaft Poros output adalah batang besi berbentuk silinder yang terletak dibelakang input shaft. Meski terletak dibelakang input gear, namun poros ini tidak terpaut dengan poros input. Sehingga kecepatan putar input shaft tidak mempengaruhi kecepatan putar output shaft. Disepanjang output shaft inilah roda gigi pengubah momen diletakan. 4. Output gear Sama halnya dengan input gear, output gear juga berperan sebagai driven gear yang berfungsi memutar rantai agar motor bisa bergerak. Gigi output ini umumnya terletak dibagian luar dari gear box karena terhubung dengan rantai motor. 5. Speed gear Speed gear adalah gigi independet yang terletak di sepanjang output gear. Mengapa dikatakan indipenden, karena roda gigi ini tidak terpaut dengan poros output. Sehingga meski speed gear berputar poros output tidak akan berputar. Namun, speed gear ini selalu terpaut dengan roda gigi counter. Sehingga saat motor dihidupkan speed gear akan selalu berputar karena counter gear juga berputar. Disalah satu sisi speed gear terdapat nut yang bisa terhubung dengan sliding gear ketika sliding gear bergerak menempel dengan speed gear. Jumlah speed gear dalam satu transmisi tergantung dari berapa tingkat percepatan transmisi tersebut. Untuk transmisi 4 percepatan memiliki 4 buah speed gear dengan diameter yang bervariasi. 6. Counter gear Counter gear adalah roda gigi yang berperan sebagai distributor. Karena fungsi dari counter gear yakni untuk menyalurkan putaran dari input gear ke masing-masing speed gear. Jumlah roda gigi pada counter gear juga tergantung dari jumlah speed gear. Untuk transmisi 4 percepatan bisa memiliki 4 gigi counter dan satu gigi input yang memiliki diameter berbeda-beda. 7. Slidding gear Berbeda dengan speed gear, sliding gear merupakan roda gigi yang terpaut dengan poros output. Sehingga besar kecilnya RPM sliding gear juga sama dengan RPM output gear. Dinamakan slidding gear karena roda gigi ini dapat bergeser slide. Pergesaran roda gigi pada sliding gear dimaksudkan agar roda gigi ini bisa terpaut dengan salah satu speed gear. Lokasi dari sliding gear ini terletak antara dua speed gear. Roda gigi ini berperan untuk memilih percepatan transmisi. Jadi saat kondisi netral, sliding gear terletak ditengah. Saat kita injak tuas transmisi, maka sliding gear akan bergerak kekanan atau kekiri dan menempel pada speed gear, sehingga putaran dari input shaft bisa terhubung ke output shaft. B. Bagian Mekanisme Perpindahan Gigi 8. Tuas transmisi Tuas transmisi rasanya sudah tahu semua bahwa fungsinya adalah sebagai input yang digunakan pengendara motor untuk mengatur percepatan transmisi. Tuas transmisi pada motor, umumnya berbentuk sangat simple karena hanya bergerak naik dan turun. 9. Selector Arm Selector arm adalah lengan yang terletak setelah tuas transmisi, lengan ini akan bergerak setelah anda menekan atau mengungkit tuas transmisi. Bentuk dari arm ini, memiliki dua pengait yang terletak dibagian atas dan bawah. fungsi pengait ini adalah untuk menggerakan selector drum. 10. Overshift arm Lengan ini terletak berseberangan dengan selector arm, fungsinya untuk mencegah agar putaran selector drum tidak berlebihan. Overshift arm juga terhubung dengan tuas transmisi sehingga ketika anda menekan tuas transmisi, maka dua lengan ini sama-sama bergerak ke atas. 11. Arm return spring Seusai menekan tuas transmisi, maka tuas akan kembali ke posisi semula. Begitu pula dengan selector arm dan overshift arm, dua komponen ini akan kembali ke posisinya. Agar tidak terjadi pembalikan putaran selector drum, maka dua lengan ini memiliki kemampuan retrain atau mengembang. Bentuk luar arm yang landai membuat lengan ini mengembang secara otomatis saat bergerak kembali. Dan arm return spring berfungsi untuk mengembalikan posisi lengan saat mengembang. 12. Selector pin Selector pin adalah sebuah batang kecil yang terletak diujung selector drum. Fungsinya sebagai media untuk memutar selector drum, saat tuas transmisi digerakan maka selector arm akan mendorong bagian ini agar selector berputar. 13. Selector drum Selector drum adalah komponen utama dalam mekanisme perpindahan gigi transmisi manual sepeda motor. Komponen ini memang bekerja hanya dengan berputar. Namun pada permukaan drum terdapat thread atau alur yang berkelok. Alur ini berfungsi untuk dudukan shift fork, sehingga ketika drum berputar shift fork akan bergerak kekanan dan kekiri sesuai lekukan alur. Dan gerakan ini dimanfaatkan untuk memindahkan sliding gear. 14. Shift fork Komponen terakhir adalah garpu pemindah, sudah jelas bahwa fungsi dari shift fork ini adalah untuk memindahkan posisi sliding gear agar bisa terkait dengan salah satu speed gear. Dalam satu unit transmisi manual, bisa terdapat tiga buah shift fork untuk transmisi 5 percepatan dan dua buah shift fork untuk transmisi 4 percepatan. Demikian artikel lengkap dan jelas mengenai komponen transmisi manual sepeda motor dan fungsinya. Semoga bisa menambah wawasan kita.
Transmisi Gear box Pada Sepeda Motor - Prinsip dasar transmisi adalah bagaimana bisa digunakan untuk merubah kecepatan putaran suatu poros menjadi kecepatan yang diinginkan untuk tujuan tertentu. Gigi transmisi berfungsi untuk mengatur tingkat kecepatan dan momen tenaga putaran mesin sesuai dengan kondisi yang dialami sepeda motor. Transmisi pada sepeda motor terbagi menjadi; transmisi manual, dan transmisi otomatis. Komponen utama dari gigi transmisi pada sepeda motor terdiri dari susunan gigi-gigi yang berpasangan yang berbentuk dan menghasilkan perbandingan gigi-gigi tersebut terpasang. Salah satu pasangan gigi tersebut berada pada poros utama main shaft/input shaft dan pasangan gigi lainnya berada pada poros luar output shaft/ counter shaft. Jumlah gigi kecepatan yang terpasang pada transmisi tergantung kepada model dan kegunaan sepeda motor yang bersangkutan. Kalau kita memasukkan gigi atau mengunci gigi, kita harus menginjak pedal pemindahnya. Tipe transmisi yang umum digunakan pada sepeda motor adalah tipe constant mesh, yaitu untuk dapat bekerjanya transmisi harus menghubungkan gigi-giginya yang berpasangan. Untuk menghubungkan gigi-gigi tersebut digunakan garu pemilih gigi/garpu persnelling gearchange lever. a. Transmisi Manual Cara kerja transmisi manual adalah sebagai berikut Contoh konstruksi kopling manualPada saat pedal/tuas pemindah gigi ditekan nomor 5, poros pemindah 21 gigi berputar. Bersamaan dengan itu lengan pemutar shift drum 6 akan mengait dan mendorong shift drum 10 hingga dapat berputar. Pada shift drum dipasang garpu pemilih gigi 11,12 dan 13 yang diberi pin pasak. Pasak ini akan mengunci garpu pemilih pada bagian ulir cacing. Agar shift drum dapat berhenti berputar pada titik yang dikendaki, maka pada bagian lainnya dekat dengan pemutar shift drum, dipasang sebuah roda yang dilengkapi dengan pegas 16 dan bintang penghenti putaran shift drum 6. Penghentian putaran shift drum ini berbeda untuk setiap jenis sepeda motor, tetapi prinsipnya sama. Garpu pemilih gigi dihubungkan dengan gigi geser sliding gear. Gigi geser ini akan bergerak ke kanan atau ke kiri mengikuti gerak garpu pemilih gigi. Setiap pergerakannya berarti mengunci gigi kecepatan yang dikehendaki dengan bagian poros tempat gigi itu berada. Gigi geser, baik yang berada pada poros utama main shaft maupun yang berada pada poros pembalik counter shaft/output shaft, tidak dapat berputar bebas pada porosnya lihat no 4 dan 5. Lain halnya dengan gigi kecepatan 1, 2, 3, 4, dan seterusnya, gigi-gigi ini dapat bebas berputar pada masingmasing porosnya. Jadi yang dimaksud gigi masuk adalah mengunci gigi kecepatan dengan poros tempat gigi itu berada, dan sebagai alat penguncinya adalah gigi geser. b. Transmisi Otomatis Transmisi otomatis umumnya digunakan pada sepeda motor jenis scooter skuter. Transmisi yang digunakan yaitu transmisi otomatis "Vā belt atau yang dikenal dengan CVT Constantly Variable Transmission. CVT merupakan transmisi otomatis yang menggunakan sabuk untuk memperoleh perbandingan gigi yang bervariasi. Konstruksi transmisi otomatis tipe CVTSeperti terlihat pada gambar di atas transmisi CVT terdiri dari; dua buah puli yang dihubungkan oleh sabuk belt, sebuah kopling sentripugal 6 untuk menghubungkan ke penggerak roda belakang ketika throttle gas di buka diputar, dan gigi transmisi satu kecepatan untuk mereduksi mengurangi putaran. Puli penggerak/drive pulley centripugal unit 1 diikatkan ke ujung poros engkol crankshaft; bertindak sebagai pengatur kecepatan berdasarkan gaya sentripugal. Puli yang digerakkan/driven pulley 5 berputar pada bantalan poros utama input shaft transmisi. Bagian tengah kopling sentripugal/centripugal clutch 6 diikatkan/dipasangkan ke puli 5 dan ikut berputar bersama puli tersebut. Drum kopling/clucth drum 7 berada pada alur poros utama input shaft dan akan memutarkan poros tersebut jika mendapat gaya dari kopling. Kedua puli masing-masing terpisah menjadi dua bagian, dengan setengah bagiannya dibuat tetap dan setengah bagian lainnya bisa bergeser mendekat atau menjauhi sesuai arah poros. Pada saat mesin tidak berputar, celah puli penggerak 1 berada pada posisi maksimum dan celah puli yang digerakkan 5 berada pada posisi minimum. Pada gambar di bawah ini dapat dilihat bahwa pergerakkan puli 2 dikontrol oleh pergerakkan roller nomor 7. Fungsi roller hampir sama dengan plat penekan pada kopling sentripugal. Ketika putaran mesin naik, roller akan terlempar ke arah luar dan mendorong bagian puli yang bisa bergeser mendekati puli yang diam, sehingga celah pulinya akan menyempit. Posisi dan cara kerja puliKetika celah puli mendekat, maka akan mendorong sabuk ke arah luar. Hal ini akan membuat puli 2 tersebut berputar dengan diameter yang lebih besar. Setelah sabuk tidak dapat diregangkan kembali, maka sabuk akan meneruskan putaran dari puli 2 ke puli yang digerakkan 5. Jika gaya dari puli 2 mendorong sabuk ke arah luar lebih besar dibandingkan dengan tekanan pegas yang menahan puli yang digerakkan 5, maka puli 5 akan tertekan melawan pegas, sehingga sabuk akan berputar dengan diameter yang lebih kecil. Kecepatan sepeda motor saat ini sama seperti pada gigi tinggi untuk transmisi manual lihat ilustrasi bagian C. Jika kecepatan mesin menurun, roller puli penggerak 7 akan bergeser ke bawah lagi dan menyebabkan bagian puli penggerak yang bisa bergeser merenggang. Secara bersamaan tekanan pegas di pada puli 5 akan mendorong bagian puli yang bisa digeser dari puli tersebut, sehingga sabuk berputar dengan diameter yang lebih besar pada bagain belakang dan diameter yang lebih kecil pada bagain depan. Kecepatan sepeda motor saat ini sama seperti pada gigi rendah untuk transmisi manual lihat ilustrasi bagian A.
Perhitungan tentang roda gigi ini memang terkadang cukup membingungkan karena banyak faktor yang harus kita perhatikan. Hal ini tentunya memberikan tantangan tersendiri bagi siapa saja yang terlibat dalam dunia teknik mesin. Perhitungan roda gigi berpengaruh kepada banyak hal, dari mulai kecepatan tempuh, akselerasi, deselerasi, torsi atau daya dorong roda gigi, hingga tentang biaya produksi roda gigi. Roda gigi menjadi bagian dari banyak hal didunia ini, dari hal yang berukuran besar, hingga hal kecil seperti halnya mesin jam tangan. Artikel kali ini tidak akan jauh dari pembahasan tentang rasio roda gigi, torsi dari perkaitan roda gigi, dan kecepatan, baik kecepatan putar roda hingga kecepatan jangkauan roda. PERHATIAN Siapkan kopi, dan teman-temannya untuk menemani Anda belajar. Hindari membuka jejaring sosial, karena perhitungan dalam dunia teknik menuntut banyak sekali disiplin ilmu dari mulai matematika, fisika hingga komponen-komponen permesinan yang sering ditemukan. Sedangkan untuk mencetak halaman ini ke dalam format PDF, agar rumus ikut tercetak, render rumus dengan format SVG. Torsi¶ Torsi adalah ukuran dari kecenderungan gaya untuk memutar objek terhadap beberapa sumbu. Torsi dapat diartikan hanya berkaitan dengan sumbu tertentu, jadi kita membicarakan torsi tentang poros motor, torsi tentang axle gandar, dan sebagainya. Untuk menghasilkan torsi, gaya harus bekerja agak jauh dari titik sumbu atau pivot. Misalnya, gaya yang diterapkan pada ujung pegangan kunci pas untuk memutar baut yang terletak pada rahang di ujung kunci pas menghasilkan torsi tentang baut. Demikian pula, suatu gaya yang diterapkan pada keliling roda gigi yang disatukan dengan poros menghasilkan torsi tentang poros. Jarak tegak lurus d dari garis gaya ke sumbu disebut lengan momen moment arm. Pada gambar dibawah, lingkaran mewakili roda gigi dengan jari-jari d. Titik di tengah mewakili poros A. Gaya F diterapkan pada tepi roda gigi, secara tangensial. Gambar 1. Lengan Momen Dalam contoh ini, jari-jari roda gigi adalah lengan momen. Gaya berlaku sepanjang garis singgung roda gigi, sehingga tegak lurus terhadap jari-jari. Jumlah torsi A pada poros roda gigi didefinisikan sebagai Rumus Torsi \[ \mathbf{} = F \times d \] Kami menggunakan huruf Yunani Tau untuk mewakili torsi. Satuan SI metrik untuk gaya adalah newton, dan satuan jarak adalah meter. Karena torsi adalah hasil perkalian gaya dikali jarak, satuan torsi adalah Newton-meter. Kesalahan Penulisan Satuan Jangan membacanya sebagai newton per meter, yang akan menunjukkan pembagian, tetapi gunakan istilah hyphen newton-meter, atau lebih baik lagi newton meter, menunjukkan bahwa itu adalah hasil perkalian. Jadi, ingat gaya dan momen lengan jarak, kita dapat menggunakan rumus tersebut untuk menghitung besar torsi. Sebagai contoh, mengacu pada Gambar 1, jika kita memberi gaya F sebesar 20 newton dan jari-jari d adalah 3 cm 0,03 meter, maka kita dapat menghitung torsi pada poros A sebagai berikut Menghitung Torsi \[ \mathbf{} = 20Newton \times 0,03meter = 0,6 \] Sebaliknya, jika kita sudah mengetahui torsi yang bekerja pada poros dan juga mengetahui radiusnya jari-jarinya, maka kita dapat menghitung gaya yang berlaku di sepanjang garis singgung tepi roda dengan membagi torsi di bagi lengan momen. Ini berguna karena memungkinkan kita untuk mengetahui gaya horizontal roda terhadap lantai, yang mendorong roda untuk bergerak. Rumus Gaya \[ \mathbf{F} = \frac{}{d} \] Sebagai contoh, masih merujuk pada Gambar 1, jika kita telah mengetahui bahwa torsi sebesar 0,54 newton-meter ditetapkan pada poros A, dan jari-jari d adalah 3 cm, maka kita dapat menghitung gaya pada tepi roda, tangensial pada roda gigi, yaitu Menghitung Gaya \[ \mathbf{F} = \frac{0, = 18 Newton \] Percepatan Akselerasi¶ Apa manfaat mengetahui gaya yang berlaku pada tepi roda? Karena itu memberi kita informasi tentang seberapa cepat roda baik pada kendaraan maupun robot yang memiliki roda akan berakselerasi. Hukum Newton 2 Percepatan sebuah benda berbanding lurus dengan gaya total yang bekerja padanya dan berbanding terbalik dengan massanya. Arah percepatan sama dengan arah gaya total yang bekerja padanya. Hukum Newton 2 tersebut dapat ditulis dengan persamaan Rumus Hukum Newton 2 \[ \mathbf{a} = \frac{F}{m} \] Semakin besar gaya yang berlaku, semakin cepat objek akan berakselerasi. Jika kita menggandakan gaya yang berlaku, maka laju akselerasi berlipat ganda, dan seterusnya. Perhatian Akselerasi atau percepatan tidak sama dengan kecepatan. Akselerasi adalah tingkat perubahan kecepatan. Atau bisa disebut peningkatan kecepatan suatu objek. Akselerasi negatif deselerasi adalah penurunan kecepatan suatu benda. Dalam sistem metrik, satuan kecepatan yang umum adalah kilometer/detik. Dengan demikian, satuan akselerasi adalah kilometer/detik/detik atau km/detik2. Atau sering dibaca sebagai "kilometer per detik kuadrat". Perhatikan bahwa perhitungan percepatan berarti tidak memberi tahu kita seberapa cepat objek tersebut akan bergerak; itu hanya memberitahu kita seberapa cepat suatu objek bergerak hingga mencapai kecepatan tertentu. Gear Ratio dan Torsi¶ Ketika serangkaian roda gigi digunakan untuk mentransmisikan daya dari penggerak ke roda, roda gigi yang terhubung ke penggerak disebut driver gear atau gigi input, dan gigi yang terhubung ke roda disebut driven gear atau gigi output. Secara umum, roda gigi yang terletak di antara driver gear dan driven gear disebut idler gear. Rasio roda gigi atau Gear Ratio GR adalah rasio jumlah gigi pada gigi output yang terhubung ke roda ke jumlah gigi pada gigi input yang terhubung ke penggerak atau motor. Ingat! - rasio roda gigi adalah rasio dari outputinput di baca "output ke input" drivendriver di baca "driven ke driver" Karena rasio hanyalah cara lain untuk mengekspresikan pecahan, kita juga dapat menulis rasio roda gigi sebagai Rumus Gear Ratio \[ \mathbf{GR} = \frac{Output}{Input} = \frac{Driven}{Driver} \] Secara ekivalen, ini adalah rasio keliling gigi output terhadap keliling gigi input, karena jumlah gigi pada setiap gigi sebanding dengan lingkar gigi C. Juga, karena rumus untuk keliling adalah \C = ĻD\ dan diameter D adalah dua kali jari-jari R yang dapat kita tulis Rumus Gear Ratio \[ \mathbf{GR} = \frac{ĻD_o}{ĻD_i} = \frac{D_o}{D_i} = \frac{2R_o}{2R_i} = \frac{R_o}{R_i} \] Penggunaan o dan i masing-masing merujuk ke roda gigi ouput dan input. Rasio roda gigi merupakan penjabaran rasio torsi output terhadap torsi input. Dengan demikian, kita bisa mengalikan torsi poros penggerak input dengan rasio roda gigi untuk menemukan torsi di poros roda output. Kita dapat menghitung torsi pada poros roda sebagai berikut Rumus Torsi Roda \[ \mathbf{TorsiRoda} = TorsiPenggerak \times {\frac{GigiOutput}{GigiInput}} \] atau lebih sederhana Rumus Torsi Roda \[ \mathbf{TorsiRoda} = TorsiPenggerak \times GearRatio \] Misal, jika torsi pada poros motor penggerak adalah 8 newton newton adalah satuan metrik untuk torsi, gigi yang menyatu dengan poros motor memiliki 16 gigi dan gigi yang terpasang pada poros roda memiliki 48 gigi torsi pada poros roda adalah Hitung Torsi Roda \[ \mathbf{TorsiRoda} = 8 Newton \times {\frac{48}{16}} = 24 Newton \] Sepertinya terlalu mudah jika kita sudah mengetahui torsi di poros penggerak dan ingin mengetahui torsi di poros roda. Bagaimana jika kita hanya mengetahui torsi pada poros roda dan ingin mengetahui torsi pada poros penggerak? Kita dapat mengalikan kedua sisi persamaan dengan pembalikan dari Gear Ratio Rumus Torsi Penggerak \[ \frac{GigiInput}{GigiOutput} \times TorsiRoda = TorsiPenggerak \times {\frac{GigiOuput}{GigiInput}} \times {\frac{GigiInput}{GigiOutput}} \] Kemudian, membatalkan beberapa syarat dan menukar sisi kanan dan kiri sehingga persamaan menjadi Rumus Torsi Penggerak \[ \mathbf{TorsiPenggerak} = TorsiRoda \times {\frac{GigiInput}{GigiOutput}} \] Gear Ratio dan Kecepatan¶ Perpindahan daya melalui serangkaian roda gigi juga dapat mempengaruhi kecepatan putaran. Dalam suatu sistem yang terdiri dari hanya dua roda gigi, gigi pemutar biasa disebut dengan gigi input driver gear, sedangkan gigi yang diputar sering disebut gigi output driven gear. Jika gigi input memiliki gigi lebih sedikit dari gigi output, maka gigi input akan menyelesaikan setiap revolusi lebih cepat dari pada gigi output. Gigi output akan berputar lebih lambat dari gigi input. Ini disebut Gearing Down. Jika gigi input memiliki setengah jumlah gigi dari gigi output, gigi input akan berputar satu putaran penuh dalam waktu yang sama dengan gigi output yang berputar baru setengahnya, sehingga gigi output akan berputar setengah kecepatan gigi input. Gambar 2. Gearing Down Sedangkan, jika gigi input memiliki lebih banyak jumlah gigi dari pada gigi output, maka terjadi sebaliknya. Dalam hal ini gigi output akan berputar lebih cepat dari pada gigi input. Ini disebut Gearing Up. Jika gigi input memiliki dua kali lebih banyak gigi dari pada gigi output, gigi input hanya berputar setengah putaran dan dalam waktu sama gigi output berhasil berputar satu putaran penuh, sehingga gigi output akan berputar dua kali kecepatan input. Gambar 3. Gearing Up Dengan memperhatikan jumlah gigi pada kedua gigi, jika kita tahu kecepatan rotasi gigi input, maka kita dapat menghitung kecepatan rotasi gigi output dengan rumus sebagai berikut Rumus Kecepatan Output \[ \mathbf{KecepatanOutput} = KecepatanInput \times {\frac{GigiInput}{GigiOutput}} \] Karena roda gigi input dihubungkan langsung ke poros penggerak, roda gigi berputar pada kecepatan rotasi yang sama seperti poros penggerak. Demikian pula, jika gigi ouput terhubung langsung melalui poros ke roda, sehingga roda berputar pada kecepatan rotasi yang sama dengan gigi ouput. Misalnya, jika motor penggerak berputar pada 300 RPM revolution per minute, yang berarti 300 putaran per menit 300 rev/min atau dalam bahasa Indonesia 300 putaran/menit, sedangkan gigi input memiliki 8 gigi dan gigi output memiliki 24 gigi ini berarti gearing down, kecepatan rotasi roda dapat di hitung sebagai berikut Perhitungan Kecepatan Output \[ \mathbf{KecepatanOutput} = 300RPM \times {\frac{8}{24}} = 100RPM \] Sedangkan jika motor penggerak berputar pada 300 RPM, gigi input memiliki 24 gigi dan gigi output memiliki 8 gigi ini berarti gearing up, kecepatan rotasi roda dapat dihitung sebagai berikut Perhitungan Kecepatan Output \[ \mathbf{KecepatanOutput} = 300RPM \times {\frac{24}{8}} = 900RPM \] Jika ada satu atau lebih roda gigi tambahan idler gear antara roda gigi input dan output, itu bisa saja diabaikan dalam menentukan kecepatan akhir. Cukup untuk mempertimbangkan ukuran relatif atau jumlah gigi dari roda gigi input dan output. Perhatikan bahwa naik dan turun pada perbandingan gigi gearing up dan gearing down mengacu pada kecepatan rotasi, tetapi tidak mengacu pada torsi. Penting untuk di ingat bahwa pembagian dalam persamaan di atas GigiInput / GigiOutput adalah kebalikan dari Gear Ratio, sehingga efek perkaitan roda gigi gearing up atau gearing down pada kecepatan adalah kebalikan pengaruhnya terhadap torsi. Sehingga pada pengaturan roda gigi, torsi akan meningkat namun kecepatan rotasi berkurang. Dan jika torsi berkurang, maka kecepatan rotasi meningkat. Selain itu perhatikan pula bahwa semua referensi kecepatan pada bagian ini tentang perkaitan adalah tentang kecepatan rotasi kecepatan putaran. Ini adalah tentang laju dalam putaran per menit, yang menceritakan dan menghitung komponen - roda, roda gigi, dll - berputar pada porosnya, dan bukan tentang kecepatan di mana suatu benda bergerak dari satu titik menuju ke titik lainnya. Roda dan Kecepatan¶ Bagian terakhir ini akan meninjau bagaimana ukuran roda mempengaruhi kecepatan maksimum. Perhatikan bahwa istilah maksimum itu adalah kecepatan maksimum di mana suatu benda akan bergerak di sepanjang jalan. Ini diasumsikan bahwa ada torsi yang cukup untuk mengatasi gaya gesekan yang menghambat pergerakan. Pada bagian tidak akan membahas pertanyaan tentang "berapa waktu yang dibutuhkan untuk akselerasi benda hingga mencapai kecepatan maksimum?". Itu tergantung pada daya dorong yang ditetapkan pada roda secara horizontal sepanjang lintasan, yang pada akhir tergantung pada ukuran roda dan torsi pada poros roda, selain itu juga tergantung pada perkaitan gigi gearing up atau gearing down dan jumlah torsi yang dapat dihasilkan motor. Di sini, kita anggap saja bahwa roda telah mencapai "kecepatan penuh" dengan mengabaikan faktor lainnya. Ingat bahwa keliling roda di hitung dengan rumus \C = ĻD\. Saat roda berputar di sepanjang lintasan, setiap titik pada lingkar roda menyentuh titik yang sesuai di lantai. Bayangkan bahwa Anda menandai titik pada roda yang bersentuhan dengan lantai, juga menandai lantai pada titik tersebut, kemudian putar perlahan roda dalam garis lurus sampai titik asal pada roda bersentuhan lagi dengan lantai, dan tandai pula lantai pada saat titik roda bersentuhan tersebut. Sangat mudah untuk melihat jaraknya antara dua tanda di lantai yang itu adalah sama dengan keliling roda. Untuk itu cukup mudah untuk menentukan jarak yang mampu ditempuh suatu benda untuk setiap putaran rodanya karena itu hanya keliling roda. Jika kita mengalikan jarak yang ditempuh suatu benda dalam setiap rotasinya kemudian dikalikan jumlah rotasi per menit, kita akan tahu jarak tempuh per menitnya. Oleh karena itu, kecepatan yang di tempuh oleh suatu benda adalah hasil perkalian dari keliling roda penggerak roda yang memberikan daya ke lintasan dikalikan kecepatan rotasi roda. Jika dituliskan kedalam rumus menjadi Rumus Kecepatan \[ \mathbf{v} = C \times \] Pada rumus diatas, v mewakili kecepatan linier kecepatan, C mewakili keliling roda, dan huruf Yunani untuk omega mewakili kecepatan rotasi. Misal, jika roda penggerak berdiameter 4 cm dan berputar pada kecepatan 900 RPM, maka keliling rodanya adalah Perhitungan Keliling Roda \[ \mathbf{C} = ĻD = 3,14 \times 4 cm = 12,56 cm \] dan benda tersebut akan melakukan perjalanan sepanjang lintasan dengan kecepatan Rumus Kecepatan Jangkau \[ \mathbf{v} = C \times = 12,56 cm \times 900RPM = \] Kita dapat melakukan perhitungan ini ke dalam unit yang lebih nyaman \4 cm = 0,04 m\ dan \900 putaran / menit = 15 putaran / detik\ sehingga menjadi Rumus Kecepatan \[ \mathbf{v} = C \times = Ļ \times 0,04m \times 15{\frac{putaran}{detik}} = 1,884{\frac{m}{detik}} \] Kesimpulan¶ Artikel ini asalnya adalah sebuah catatan pendek dari beberapa penulis, terutama Joel Kammet. Beberapa istilah yang digunakan juga cukup sulit untuk dicarikan padanannya dalam bahasa Indonesia. Sehingga perlu ketelitian dalam memahaminya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam artikel ini, karena persepsi yang salah justru membuat bingung dalam belajar. Misal; tentang kecepatan, ada kecepatan putar, ada kecepatan laju, adalah percepatan, ada kecepatan jangkauan dan kecepatan-kecepatan lainnya. Kita harus hati-hati untuk memahaminya, karena rumus-rumus yang digunakan berbeda pada masing-masing tujuan. Selamat belajar dan salam hangat dari Banjarsari - Ciamis - Jawa Barat... Daftar Pustaka¶ Circumference Supplemental notes on gear ratios, torque and speed, Joel Kammet What is a Moment? Pembaharuan Terakhir 7 Oktober 2020 001823
100% found this document useful 2 votes4K views27 pagesCopyrightĀ© Ā© All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 2 votes4K views27 pagesSoal SMK Transmisi Manual Teknik Sepeda Motor Evaluasi 1Jump to Page You are on page 1of 27 Soal SMK Transmisi Manual Teknik Sepeda Motor Evaluasi 2 1. Pada transmisi manual jenis rotary, ketika masuk gigi 4 kemudian pedal diinjak satu kali ke depan maka akan netral. Tetapi ini tidak terjadi pada saat sepeda motor berjalan, komponen apakah yang berperanā¦. a. Poros pemindah gigi b. Plat stopper c. Lengan pemindah gigi d. Plat bintang e. Drum gearshift 2. Jika komponen ini sudah mengalami keausan, maka gigi persneling dapat berpindah dengan sendirinya. Apakah nama komponen tersebutā¦. a. Poros pemindah gigi b. Plat stopper c. Lengan pemindah gigi d. Plat bintang e. Drum gearshift 3. Apa yang harus dilakukan oleh seorang mekanik ketika menghadapi sepeda motor cub sulit untuk melakukan perpindahan gigi ketika motor berjalanā¦. a. Setel pedal persneling b. Setel kopling c. Setel garpu pemindah gigi d. Setel putaran stasioner e. Setel drum shift gear 4. Gigi yg berputar menjadi satu dengan poros adalahā¦. a. Gigi mati b. Gigi bebas c. Gigi geser d. Gigi permanen e. Gigi putar 5. Gigi yg bebas perputar pada poros, dilengkapi āDog Holeā adalah ā¦. a. Gigi mati b. Gigi bebas c. Gigi geser d. Gigi permanen e. Gigi putar 6. Gigi yg dapat bergeser pada poros, dilengkapi āDogā adalah ā¦. a. Gigi mati b. Gigi bebas c. Gigi geser d. Gigi permanen e. Gigi putar 7. Apakah arti dari istilah ādogā pada gear transimi manual sepeda motorā¦. a. Pengait b. Lubang pengait c. Mata gear d. Sela/gap e. ulir 8. Apakah arti dari istilah ādog holeā pada gear transimi manual sepeda motorā¦. a. Pengait b. Lubang pengait c. Mata gear d. Sela/gap e. ulir 9. Berapakah jumlah roda gigi transmisi pada sepeda motor dengan 5 kecepatan a. 6 pasang roda gigi b. 7 pasang roda gigi c. 3 pasang roda gigi d. 4 pasang roda gigi e. 5 pasang roda gigi 10. Fungsi minyak pelumas/oli bagi sistem transmisi manual sepeda motor adalah . . . . a. Sebagai pendingin dan melumasi pelat kolping saja b. Sebagai pendingin dan pelumas bagian mesin c. Sebagai pendingin dan pelumas bagian transmisi saja d. Sebagai pendingin dan pelumas bagian mesin, kopling dan transmisi e. Sebagai pendingin dan melumasi komponen kopling dan memperlembut gesekan antar komponen 11. Poros dimana pada salah satu ujungnya sebagai tempat pemasangan mekanisme kopling adalah⦠a. Poros roda b. Poros tengah c. Poros output d. Poros engkol e. Poros input 12. Poros yang berfungsi untuk meneruskan putaran ke gear sprocket rantai roda belakang adalah⦠a. Poros roda b. Poros tengah c. Poros output d. Poros engkol e. Poros input soal smk tsm transmisi manual pilihan ganda 1. Mengatur perbandingan pasangan roda gigi untuk menyesuaikan kebutuhan sepeda motor dan kondisi jalan adalah fungsi dariā¦. a. Kopling b. Transmisi c. Poros engkol d. Motor engine e. Sistem pendingin 2. Transmisi manual pada sepeda motor terdiri dari dua komponen utama, yaituā¦. a. Mekanisme pemindah gigi dan mekanisme pembantu b. Mekanisme pemindah gigi dan roda gigi transmisi c. Mekanisme pembantu dan rasio d. Rasio gigi dan drum e. Pedal pemindah gigi dan gear rasio 3. Urutan nama komponen yang tepat adalah a. Crankshaft, input shaft, drum shift gear&shift fork, output shaft, kick starter b. Crankshaft, output shaft, drum shift gear&shift fork, input shaft,kick starter c. Crankshaft, drum shift gear&shift fork, input shaft, output shaft, kick starter d. Crankshaft, input shaft, output shaft, drum shift gear&shift fork, kick starter e. Crankshaft, output shaft, input shaft, drum shift gear&shift fork, kick starter 4. Yang bukan termasuk komponen dari mekanisme pemindah gigi adalah a. Plat bintang b. Lengan Pemindah Gigi c. Input shaft d. Drum shift gear Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Perkembangan otomatif dewasa ini telah menghasilkan kendaraan dengan bermacam-macam dari model hingga teknologinya. Ada dua jenis transmisi yang sering digunakan pada sepeda motor, yaitu transmisi manual dan transmisi otomatis. Pada materi berikut ini kita akan membahas mengenai transmisi manual yang meliputi komponen tranmisi manual, jenis tranmisi manual juga cara kerja tranmisi manual. SISTEM TRANSMISI MANUAL Sistem transmisi adalah rangkaian komponen pada sepeda motor yang berfungsi meneruskan putaran dari poros engkol menuju roda belakang. Sepeda motor dirancang dengan baik agar dapat dikendarai di segala medan, baik tanjakan, turunan, maupun jalan datar. Pastinya tenaga yang dibutuhkan untuk menggerakkan kendaraan akan berbeda tergantung dari kondisi jalan. Transmisi manual ialah tipe transmisi yang banyak digunakan pada kendaraan bermotor motor dan mobil. Transmisi manual merupakan transmisi kendaraan yang pengoperasiannya dilakukan secara langsung oleh pengemudi. Sistem transmisi manual dan komponen kelengkapanya merupakan bagian dari sistem pemindah tenaga dari sebuah kendaraan, ialah sistem yang berfungsi mengatur tingkat kecepatan kendaraan dalam proses pemindahan tenaga dari sumber tenaga engine ke bagian roda kendaraan. Komponen utama dari gigi transmisi pada sepeda motor ialah susunan gig-gigi yang berpasangan yang berbentuk sehingga menghasilkan perbandingan gigi-gigi tersebut terpasang. Salah satu pasangan gigi tersebut berada pada poros utama main shaftlcounter shaf. Jumlah gigi kecepatan yang terpasang pada transmisi tergantung pada model dan kegunaan sepeda motor yang bersangkutan. Pedal pemindah harus diinjak untuk memasukkan gigi Jenis Transmisi Manual Jenis transmisi manual berdasarkan cara pemindahan gigi dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut. 1. Tipe Sliding Mesh Pada transmisi tipe ini, perpindahan gigi kecepatan pada tranmisi dilakukan dengan cara menggeserkan tiap-tiap roda gigi dan outputnya. Transmisi jenis ini jarang digunakan karena mempunyai kekurangan-kekurangan, diantaranya 1 Konstruksi yang besar 2 Terdapat kesulitan ketika perpindahan gear pada saat kendaraan berjalan dan juga berakselerasi. 3 Suaranya kasar. 2. Tipe Constant Mesh Transmisi tipe constant mesh ialah jenis transmisi manual yang cara kerja dalam pemindahan giginya membutuhkan bantuan Kopling geser supaya terjadi perpindahan tenaga dari poros input ke poros output. Tipe transmisi jenis constant mesh merupakan tranmisi yang roda gigi input dan output-nya Selalu berkaitan, tetapi roda gigi output tidak satu poros dengan poros output transmisi. Giginya berbentuk helikal. Tenaga dari mesin akan diteruskan ke poros output melalui mekanisme kopling geser. Transmisi jenis tipe ini memungkinkan untuk menggunakan roda gigi tranmisi lebih dari satu jenis. tetapi, transmisi ini masih memiliki kekurangan, yaitu ada kesukaran saat perpindahan gigi. 3. Tipe Sincron Mesh Transmisi tipe sincromesh adalah transmisi manual dengan cara kerja perpindahan giginya dengan teriebih dahulu menyamakan putaran antara roda gig. Kelebihan yang dimiliki oleh transmisi jenis sincromesh, yaitu pemindahan gigi tranmisi dapat dilakukan secara langsung tanpa menunggu waktu yang lama. Suaranya halus saat terjadi perpindahan gigi. Tipe ini memungkinkan untuk menggunakan berbagai jenis roda gigi. Sistem synchromesh ini dipergunakan pada transmisi manual sampai saat ini. Cara kerja syancromesh 1 Posisi Netral Ketika mesin berputar pada posisi netral, gigi percepatan juga berputar, akan tetapi mainshaft tidak berputar karena terdapat celah antara blocker ring dengan doggear. 2 Tahap Pertama Hub sleeve tranmisi mendorong bagian atas dari insert dan insert mendorong blocker ring yang sehingga blocker ring berhubungan dengan dog gear yang mengakibatkan blocker ring ikut berputar. 3 Tahap Kedua Hub sleeve tramisi mendorong dengan kuat chamfer dari blocker ring dan blocker ring menekan dog gear yang menjadikan kecepatan putar dari gigi percepatan sama dengan kecepatan putar hub sleeve. 4 Tahap Ketiga Hub sleeve pada tranmisisi manual akan terus bergerak ke arah kanan dan alur-alur pada hub sleeve berkaitan atau berhubungan dengan dog gear pada gigi percepatan. Komponen Sistem Transmisi Manual Transmisi manual pada kendaraan sepeda motor terdiri dari dua komponen utama, yaitu mekanisme pemindah gigi dan gear transmisi. Mekanisme Pemindah Gigi Serangkaian komponen transmisi manual yang bertugas untuk mengatur perpindahan gigi transmisi dengan cara menggeser gigi-gigi geser pada gear transmisi dinamakan mekanisme pemindah gigi. Mekanisme pemindah gigi ini digerakkan langsung oleh pengendara dengan cara menginjak pedal pemindah gigi kearah maju ataupun mundur. Komponen pada mekanisme pemindah gigi dapat dilihat pada gambar Mekanisme Pemindah Gigi pada Sepeda MotorKeterangan gambar 1. Garpu pemindah gigil shift fork 2. Pen garpu pemindah gigi 3. Circlip pen garpu pemindah gigi 4. Drum gearshift 5. Pelat bintang pemindah gigi 6. Pen drum gearshift 7. Pelat stopper 8. Pegas pelat stopper 9 Poros peminah gigi 10. Lengan pemindah gigi 11. Pegas 12. Pegas Gear Transmisi pada Sepeda Motor Pada sistem transmisi sepeda motor terdapat beberapa pasang gear yang terpasang berjejer pada dua buah poros transmisi, yaitu poros input transmisi dan poros output transmisi. Jumlah gear pada transmisi manual sepeda motor tergantung dari jumlah kecepatan sepeda motor tersebut, misalnya sepeda motor yang memiliki empat kecepatan maka jumlah gear transmisinya juga empat pasang atau delapan gear transmisi.
jumlah roda gigi transmisi pada sepeda motor dengan 5 kecepatan