Slangini merupakan permainan sosial, dan terutama merupakan bahasa lisan (Suhardi, 1995: 164-168). Sebagai permainan sosial slang merupakan hasil kreativitas kelompok-kelompok anak muda dalam masyarakat tertentu. Sebagai bahasa lisan, slang tidak banyak diingat, meski oleh pemakainya sendiri, setelah bahasa itu tidak digunakan lagi. Selainitu bahasa melayu juga di gunakan sebagai bahasa perdagangan antara pedagang dalam nusantara maupun dari luar nusantara. di kalangan anak-anak ini adalah faktor gengsi dan agar disebut “jagoan”, malahan ada satu pepatah menarik yang digunakan sebagai pembenar atas kebiasaan merokok yaitu “ada ayam jago di atas genteng, tidak Kaidahnan dimaksud ialah jumlah baris atau kalimat dalam setiap baitnya; jumlah suku kata atau kata dalam tiap kalimatnya; rima atu persamaan bunyi; dan irama. Puisi lama terdiri atas beberapa jenis atau bentuk, yaitu pantun, syair, masnawi, ruba'i, nazam, gazal, kit'ah, seloka, gurindam, talibun, bidal, dan mantra. Namun, nan paling terkenal Demikianmenurut Sumpah Pemuda pada tanggal 28 oktober 1928. 3) Alat Pemersatu. Salah satu tujuan Sumpah Pemuda adalah membentuk bahasa persatuan. dengan satu bahasa kita merasa mempunyai ikatan jiwa meskipun bangsa Indonesia terdiri atas beratus-ratus suku bangsa. 4) Alat Perhubungan antara daerah/budaya. ABSTRAKDikenali sebagai pantun di kalangan orang Melayu di Brunei, Malaysia, Pattani, Riau, Singapura dan Filipina Selatan, puisi warisan ini dipanggil peparikan oleh orang Jawa, sesindiran oleh orang Sunda, dan banyak lagi nama yang lain oleh Vay Tiền Online Chuyển Khoản Ngay. Pengertian Pantun dan Contohnya – Halo sobat rindu, dan teman-teman kita yang sangat suka dunia sastra terutama puisi. Pada posting sebelumnya kita telah membahas tentang salah satu jenis puisi lama, yaitu mengenal lebih dekat tentang syair. Kali ini, saya akan mengulas lebih tentang salah satu jenis puisi lama lainnya. Yaitu pantun. Dimana pantun ini sebenarnya sudah sangat digemari oleh masyarakat terutama pantun pendek dan pantun jenaka yang acapkali digunakan di sela-sela percakapan untuk mencairkan dan mengakrabkan suasana. Definisi dan Pengertian Pantun Pantun adalah salah satu bentuk atau jenis dari puisi lama yang tersusun dari empat baris larik, tersusun dari irama silang yang indah yaitu a-b-a-b dan selain itu didalamnya biasanya terkandung makna yang penting yang ingin disampaikan pembuatnya. Pantun sendiri sebenarnya berasal dari bahasa jawa kuno yaitu “tuntun” dimana artinya adalah mengatur atau juga menyusun. Awal mula adanya pantun diungkapkan secara lisan dari mulut ke mulut untuk menyebarkan pesan yang tersirat. Namun seiring berkembangnya zaman, pantun sekarang banyak diabadikan dengan media tertulis juga. Selain itu, pantun merupakan karya yang sangat begitu masyarakat dan juga biasa digunakan oleh kita dalam mendidik dan juga menegur secara halus kepada orang lain. Karena itulah pantun disusun dengan kata-kata yang menarik sedemikian rupa sehingga tidak membuat para pembaca dan penikmat pantun menjadi bosan atau juga tersinggung. Sejarah Pantun Pantun merupakan bentuk sastra lisan yang mulai dibukukan untuk pertamakalinya oleh Haji Ibrahim Datuk Kaya Muda Riau. Dia adalah seorang sastrawan yang hidup satu zaman dengan Raja Ali Haji. Pada saat itu tercipta antologi pantun pertama kali yang mempunyai judul Perhimpunan Pantun-Pantun Melayu. Namun sebelum itu, pantun sebenarnya mulai dikenal terutama di sejarah masyarakat Melayu dan popular di hikayat-hikayat yang sejaman dengan syair seperti syair Ken Tambunan dimana dulu pembacaannya dinyanyikan seperti membaca puisi. Dan pada akhirnya, puisi jenis pantun ini menjadi salah satu budaya orang melayu sampai sekarang yang perlu dilestarikan. Karena selain indah dan enak juga untuk didengar. Sastra lisan yang terkandung di dalamnya bisa fleksifel baik itu untuk penyampaian resmi atau bisa menjadi bahan bercandaan. Manfaat dan Fungsi Pantun Mengenal fungsi pantun, sebenarnya ada begitu banyak manfaat yang bisa kita ambil dari penciptaan dan penggunaan pantun ini. Mungkin banyak orang yang menganggap pantun hanya sebagai bagian karya sastra tertulis, namun sebenarnya begitu banyak fungsi dan manfaat yang bisa kita temui di kehidupan sehari-hari. Beberapa fungsi pantun diantaranya adalah sebagai berikut Manfaat dan Fungsi Pantun sebagai Pemelihara Bahasa Pertama adalah manfaat dan fungsi pantun yang dapat digunakan untuk memelihara bahasa baik itu bahasa daerah atau bahasa nasional kita. Dimana pantun disini bisa menjaga antara fungsi kata satu dengan yang lainnya. Selain itu juga pantun mampu menjaga terhadap alur atau cara berfikir seseorang. Karena dengan menggunakan pantun, seseorang akan berfikir tentang makna yang terkandung dahulu sebelum mengungkapkannya kepada pendengar. Selain itu pantun dapat membuat seseorang berfikir secara asosiatif dimana mereka akan selalu berfikir bahwa kata-kata yang di dalam pantun tersebut mempunyai kaitan antara makna yang satu dengan makna yang lainnya. Manfaat dan Fungsi Pantun sebagai Persatuan Masyarakat dan Bangsa Jangan heran dengan fungsi yang satu ini. Manfaat dan fungsi pantun jika dipandang secara sosial sendiri dapat mempunyai beberapa yang cukup penting terutama di dalam upaya kita menjalin kekerabatan atau hubungan pergaulan dengan orang lain, bahkan sampai sekarang masih digunakan. Contohnya saja jika ada acara perkawinan di adat Betawi dimana dengan berpantun antara pihak laki-laki dan perempuan, dipercaya akan meningkatkan rasa kekeluargaan diantara mereka. Manfaat dan Fungsi Pantun sebagai Pendukung Status Sosial Hal tersebut juga membuat seseorang atau kalangan pemuda yang bisa berpantun menjadi begitu dihargai di masyarakat. Selain membuktikan bahwa dia mempunyai kecepatan dalam berpikir saat menyusun kata-kata yang saling berhubungan tersebut, mereka juga merupakan generasi yang ramah dan mudah beradaptasi dengan masyarakat sekitarnya. Ciri-ciri pantun agak berbeda dengan puisi walaupun pantun sebenarnya merupakan bagian dari puisi lama. Namun ada beberapa ciri khusus yang menandakan bahwa karya sastra tersebut termasuk jenis pantun. Diantara ciri-ciri pantun tersebut adalah sebagai berikut Pantun mempunyai bait dimana pada setiap bait pada pantun tersusun oleh baris. Dan untu satu bait terdiri dari 4 baris. Setiap baris pada pantun terdiri dari 8 sampai 12 suku kata. Dan untuk setiap baris terdiri dari 4-6 kata. Setiap bait pantun mempunyai sampiran dan isi. Baris pertama dan kedua kita sebut dengan sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat adalah isi pantun. Untuk penyusunan yang lebih baik, kata-kata yang berada pada sampiran merupakan cerminan atau maksud yang ingin disampaikan. Pantun mempunyai sajak a-b-a-b atau juga a-a-a-a- tidak bisa menggunakan a-a-b-b atau sajak lain. Namun secara sederhana, ciri pantun menurut Abdul Rani 200623, beliau mengatakan bahwa ciri-ciri lebih sederhana dari pantun adalah Pantun tersusun dari empat baris Untuk tiap baris tersusun dari 9 sampai 10 kata Untuk dua baris pertama biasa disebut sampiran sedangkan untuk dua baris berikutnya bisa kita sebut isi dimana disini akan berisi maksud dari si pemantun membacakan pantunnya. Kaidah Penulisan dan Pembacaan Pantun Setelah kita mengenal apa itu pantun beserta ciri-cirinya diatas. Kita juga perlu belajar tentang penyusunan dan penulisan tentang pantun. Terutama bagi kamu yang menyukai dunia sastra, kaidah penulisan pantun ini sangat diperlukan agar memperindah penyusunannya serta mempermudah kita dalam menyampaikan maksud dan tujuan lewat bahasa pantun. Kaidah penulisan pantun yang harus kamu ketahui adalah sebagai berikut Diksi pilihan kata yang tepat dan cocok dalam penggunaannya guna menyampaikan gagasan sehingga diperoleh dampak tertentu seperti yang diharapkan. Bahasa kiasan bahasa yang digunakan pelantun untuk menunjukkan makna secara tidak langsung. Umumnya berupa peribahasa/ungkapan. Imaji penggambaran yang diciptakan oleh pelantun secara tidak langsung. Sehingga seolah-olah digambarkan dalam teks pantun dapat dilihat imaji visual, didengar imaji auditif, atau dirasa imaji taktil. Bunyi umumnya muncul dari kiasan, imaji, serta diksi yang diciptakan ketika menuturkan pantun. Biasnya ada unsur rhyme rima dan rhytm ritme. Guna memperindah pantun dan lebih mudah mengingat. Dengan mengikuti kaidah diatas baik untuk pembacaan atau penciptaan pantun. Kamu akan bisa menciptakan pantun yang menarik dan sesuai dengan apa yang akan disampaikan. Jenis dan Macam Pantun Ada beberapa jenis pantun yang ada dimana pantun tersebut digolongkan sesuai dengan fungsi, penggunaan, isi dan pengelompokan tergantung siapa yang sedang memantunkan. Jenis-jenis pantun tersebut diantaranya adalah sebagai berikut. Pantun Anak-Anak Jenis pantun yang pertama adalah pantun anak. Pantun ini isinya khusus, yaitu tentang dunia anak-anak. Isi yang terkandung di dalamnya biasanya lebih mudah dipahami karena tujuan penyampaiannya ke anak kecil. Pantun ini biasanya dicari dan dipelajari oleh guru atau anak TK, SD, SMP dan setingkat baik itu untuk keperluan mengerjakan PR pekerjaan rumah atau juga untuk belajar dalam membaca dan membuat pantun Contoh Pantun Anak-Anak Berikut adalah contoh pantun yang termasuk dalam kategori pantun anak Lebat daun bung di tanjung sampiran Berbau harum bunga cempaka sampiran Adat dijaga pusaka dijunjung isi Baru dipelihara adat pusaka isi Bukan lebah sembarang lebah sampiran Lebah bersarang di buku buluh sampiran Bukan sembah sembarang sembah isi Sembarang bersarang jari sepuluh isi Pantun Jenaka Jenis pantun yang kedua adalah pantun jenaka. Pantun ini merupakan pantun yang populer baik dikalangan anak muda sampai dewasa karena sering dijumpai dan digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Pantun jenaka sendiri mempunyai tujuan yang cukup dinanti oleh para pendengarnya, yaitu untuk menghibur para pendengar dan penikmat pantun. Contoh Pantun Jenaka Berikut adalah contoh-contoh pantun jenaka yang bisa coba kamu gunakan di lingkunganmu. Dimana kuang hendak bertelur sampiran Di atas lata dirongga batu sampiran Dimana tuan hendak tidur isi Di atas dada dironggah susu isi Pohon manggis di tepi rawa sampiran Tempat nenek tidur beradu sampiran Sedang menanggis nenek tertawa isi Melihat kakek bermain gundu isi Pantun Nasehat Ketiga adalah jenis pantun nasehat. Pantun nasehat ialah pantun yang isinya menjelaskan tentang kebaikan. Biasanya digunakan untuk menasehati seseorang atau suatu kebiasaan tertentu yang buruk. Pantun ini biasanya terdapat sendi kebaikan, nasehat, anjuran, atau juga himbauan. Contoh Pantun Nasehat Beberapa contoh berikut ini adalah contoh pantun nasehat yang bisa kamu gunakan sebagai contoh atau sebagai bahan belajar. Kelapa gading buahnya banyak sampiran Lebat berjulai di pangkal pelepah sampiran Bila berunding sesama bijak isi Kusut selesai, sengketa pun sudah isi Apalah tanda kayu meranti sampiran Kayunya rampak melambai angin sampiran Apalah tanda melayu sejati isi Ilmuya banyak, belajarpun rajin isi Pantun Teka-Teki Jenis Pantun berikutnya adalah pantun teka-teki. Pantun ini biasanya berisikan dengan sebuah teka-teki atau tebakan. Dan pantun ini biasanya memerlukan jawaban agar teka-teki yang disampaikan menjadi terjawab. Contoh Pantun Teka-Teki Berikut ini adalah contoh pantun teka-teki yang bisa menjadi rekomendasi atau juga contoh untuk belajar pantun ini. Kalau tuan bawa keladi Bawakan juga si pucuk rebung Kalau tuan bijak bestari Binatang apa tanduk di hidung Tugak padi jangan bertangguh Kunyit kebun siapa galinya Kalau tuan cerdik sungguh Langit tergantung mana talinya Pantun Cinta atau Kasih Sayang Jenis pantun berikutnya adalah pantun cinta dan atau kasih sayang. Pantun ini biasanya berisikan tentang pengungkapan perasaan atau juga biasa digunakan sebagai sarana perkenalan antara muda mudi. Contoh Pantun Cinta atau Kasih Sayang Berikut ini adalah beberapa contoh pantun cinta atau kasih sayang yang bisa kamu jadikan contoh untuk bahan belajar atau pembuatan pantun cinta. Jelatik burung di awan sampiran Selasih di atas peti sampiran Sudah cantik bersama padan isi Kasih tersangkut di dalam hati isi Anak lintah banyak bersua sampiran Lintah melilit batang padi sampiran Peluk cium kita berdua isi Tandanya cinta dalam hati isi Pantun Adat Istiadat Jenis pantun berikutnya adalah pantun adat istiadat. Pantun ini isinya mengandung pengungkapan terhadap adat istiadat atau budaya pada suatu daerah tertentu. Pada setiap daerah, pantun ini isinya akan cukup berbeda tergantung budaya pada lingkungan masyarakat tersebut. Contoh Pantun Adat Istiadat Berikut ini adalah contoh contoh pantun adat istiadat. Kamu bisa memakainya, menggunakannya atau menjadikan ini sebagai pijakan dalam pembuatan pantun adat istiadat yang ingin kamu buat. Lebat daun bung di tanjung sampiran Berbau harum bunga cempaka sampiran Adat dijaga pusaka dijunjung isi Baru dipelihara adat pusaka isi Bukan lebah sembarang lebah sampiran Lebah bersarang di buku buluh sampiran Bukan sembah sembarang sembah isi Sembarang bersarang jari sepuluh isi Sebenarnya masih banyak lagi jenis dan contoh pantun yang bisa kita pelajari, namun untuk saat ini saya menulis beberapa jenis dan contoh pantun yang biasanya menjadi populer di kalangan masyarakat. Sedangkan untuk lain waktu akan saya update secara perlahan. Itulah ulasan kita tentang pantun kali ini. Baik itu tentang pengertian pantun baik itu pengertian, ciri-ciri, struktur, kaidah penulisan, dan juga jenis dan contoh pantun. Semoga artikel ini bermanfaat. Jangan lupa untuk selalu mengembangkan karya sastra kita. Karya Tulis Ilmiah adalah hasil penelitian dan pengembangan, tinjauan, ulasan, kajian, atau pemikiran oleh perseorangan atau kelompok yang disajikan dalam bentuk tertulis dan disusun secara sistematis serta berlandaskan kaidah ilmiah. Materi ini dipelajari pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas 11 untuk kurikulum 2013 revisi. Sebagai sarana latihan untuk mengasah konsep yang telah dipelajari disekolah, berikut ini 25+ soal karya tulis ilmiah beserta Karya Ilmiah Kelas 11 Pilihan Ganda PG dan Kunci Jawabannya1. Berikut ini yang merupakan bentuk penyajian karya ilmiah yaitu ....Populer, semiformal, formalPopuler, sederhana, formalSederhana, formal, semiformalFormal, biasa, populerSederhana, biasa, populerJawaban A - Pembahasan >2. Karya ilmiah yang menggunakan bahasa santai dan umumnya dijumpai di media massa termasuk karya ilmiah dengan bentuk ....FormalSemiformalPopulerBiasaSederhanaJawaban C - Pembahasan >3. Kata tanya yang digunakan dalam perumusan masalah karya ilmiah yaitu ....Apa, mengapaSiapa, dimanaKapan, bagaimanaMengapa, bagaimanaSiapa, kapanJawaban D - Pembahasan >Perhatikan judul karya tulis ilmiah berikut!Menggali potensi diri untuk meningkatkan kepercayaan diri4. Penulisan judul yang paling tepat adalah ....Menggali Potensi Diri Untuk Meningkatkan Kepercayaan DiriMenggali potensi diri untuk meningkatkan kepercayaan diriMenggali Potensi Diri Untuk Meningkatkan kepercayaan diriMenggali Potensi Diri untuk Meningkatkan Kepercayaan DiriMenggali Potensi diri Untuk Meningkatkan Kepercayaan diriJawaban D - Pembahasan >Perhatikan unsur karya tulis berikut!1 latar belakang2 pendahuluan3 simpulan4 pembahasan5 penutup5. Sistematika yang tepat dari unsur-unsur karya tulis tersebut yaitu ....1, 2, 3, 4, 52, 3, 4, 5, 13, 4, 5, 1, 21, 3, 5, 4, 22, 1, 4, 5, 3Jawaban E - Pembahasan >6. Penulisan karya ilmiah harus objektif dan dimaksud objektif yaitu ....Kebenarannya tidak imajinatifPernyataan yang tidak didasari pandangan pribadiDapat dipahami oleh akal sehatSusunan teraturBerdasarkan kenyataan sebenarnyaJawaban B - Pembahasan >7. Berikut ini yang tidak termasuk sifat-sifat karya tulis ilmiah yaitu ....Karya ilmiah ditulis dalam bahasa indonesia yang baik dan ilmiah disusun secara sistematis dengan tata urutan yang ilmiah dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat diterima akal yang digunakan dalam karya ilmiah harus dapat ilmiah dilengkapi dengan imajinasi agar lebih menggugah E - Pembahasan >8. Yang tidak termasuk jenis-jenis karya ilmiah yaitu ....DisertasiTesisPuisiTugas akhirSkripsiJawaban C - Pembahasan >9. Hal pertama yang harus disiapkan oleh seorang penulis karya ilmiah yaitu ....Menentukan topikMenentukan judulMengembangkan kerangkaMenentukan populasiMengumpulkan bahanJawaban A - Pembahasan >10. Karya ilmiah yang dipersiapkan dalam seminar yaitu ....TesisSkripsiLaporanMakalahProposalJawaban D - Pembahasan >11. Yang bukan kaidah kebahasaan karya ilmiah yaitu ....Bahasa lugasMenggunakan kata impersonalKalimat pasifKata konotasiBahasa reproduktifJawaban D - Pembahasan >12. Secara garis besar, karya ilmiah terdiri atas ....Pendahuluan, isi, penutupPendahuluan, latar belakang, penutupDaftar isi, pendahuluan, penutupKata pengantar, pendahuluan, isiSimpulan, isi, penutupJawaban A - Pembahasan >13. Metode penelitian yang bertujuan hanya menggambarkan fakta secara apa adanya yaitu ....Metode eksperimenMetode ceramahMetode kualitatifMetode diskriptifMetode analisisJawaban D - Pembahasan >Cermatilah tema karya tulis ilmiah berikut!Budaya konsumerisme di kalangan Judul karya tulis ilmiah yang paling tepat sesuai dengan topik tersebut yaitu ....Budaya Konsumerisme Mengapa Tidak?Budaya Konsumerisme Harus DihilangkanRemaja Tak Perlu Budaya KonsumerismeBudaya Konsumerisme di Mata Para RemajaPengaruh Budaya Konsumerisme dalam Kehidupan RemajaJawaban E - Pembahasan >Cermatilah data buku berikut ini!Judul Andy's Corner Penulis Andy's F. Noya Penerbit Bentang, Yogyakarta, 200915. Jika kita mengutip halaman 104 dari buku tersebut, penulisan catatan kaki yang tepat adalah ....Andy F. Noya, Andy's Corner, Yogyakarta, Bentang, 2009, hlm. Andy Andy's Corner. Yogyakarta Bentang. hlm. Andy F. Andy's Corner Yogyakarta Bentang, 2009, Andy's Corner Yogyakarta Bentang,2009, Andy's Corner. Yogyakarta Bentang. D - Pembahasan >16. Kalimat permintaan yang tepat dalam kata pengantar karya tulis adalah ....Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua syukur kami panjatkan ke hadirat Allah kasih atas segala bantuan dari Bapak/ kritik dan saran Saudara kami mohon kritik yang membangun untuk perbaikkan karya tulis E - Pembahasan >Cermatilah tema karya tulis ilmiah berikut!Kaidah penulisan pantun sebagai puisi lama di kalangan para Latar belakang berikut ini yang tidak sesuai dengan tema karya tulis tersebut adalah ....Banyak ditemukan bentuk-bentuk pantun yang tidak memenuhi aturan yang sekarang tidak lagi dikenal masyarakat, terutama kaum "Berbalas Pantun" di televisi ternyata peminatnya sangat dijumpai pantun baru hasil ciptaan para remaja yang lagu yang syairnya ternyata berbentuk C Pembahasan >Perhatikan simpulan karya tulisan berikut!Berdasarkan uraian-uraian tersebut, jelaslah bahwa minat dan apresiasi sastra siswa SMA terhadap puisi cukup Kalimat saran yang sesuai dengan simpulan isi karya tulis tersebut yaitu ....Hendaknya sekolah-sekolah mengundang para penyair untuk membacakan pemerintah menyediakan gedung khusus pengembangan siswa SMA mengumpulkan bermacam-macam puisi dan lomba baca puisi dapat dijadikan kegiatan intrakurikuler dalam kurikulum minat dan apresiasi puisi yang telah dimiliki siswa lebih dikembangkan E Pembahasan >19. Yang termasuk kalimat pasif yaitu ....Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor produksi yang digunakan yaitu studi lapangan dan yang mempengaruhi produksi kedelai di Desa Raman Fajar, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur yaitu pendidikan, luas lahan, bimbingan, dan yang mempengaruhi produksi kedelai pada program swasembada kedelai nasional di Desa Raman menunjukkan pendapatan total petani kedelai di Desa Raman Fajar, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur sebesar Rp. per usaha B - Pembahasan >20. Yang bukan kalimat denotasi yaitu ....Setelah berjam-jam lamanya, para pemadam kebakaran itu akhirnya memadamkan si jago paus biru memiliki mulut besar yang mampu menelan sebuah kapal motor dan seluruh itu menaruh barang bawaannya di atas meja hijau yang ada di ruangan rusuk berfungsi untuk melindungi organ-organ penting yang ada di dalam rongga petinggi kantor itu mendapatkan hadiah berupa kursi empuk dari komisaris A - Pembahasan >Perhatikan informasi dibawah ini Judul Membina RemajaPengarang J. S. BaduduPenerbitan Pustaka PrimaTahun terbit 2000Kota terbit Bandung21. Penulis daftar pustaka yang benar adalah ....Badudu, J. S. 2000. Membina Remaja Bandung Pustaka S. Badudu. 2000. Membina Remaja Bandung Pustaka S. Badudu. 2000. Membina Remaja Bandung Pustaka J. S. 2000. Membina Remaja Pustaka Prima J. S. 2000. Membina Remaja Bandung Pustaka A - Pembahasan >Perhatikan kalimat-kalimat berikut!1 dengan metode dan cara pembelaran yang tepat, prestasi anak-anak yang lambat belajar pun dapat melebihi anak yang berprestasi.2 sekolah harus lebih memvariasikan cara belajar untuk mendukung prestasi setiap siswanya.3 sangat sedikit pakar pendidikan yang mengakui bahwa anak-anak yang lambat belajar dapat berprestasi.4 sampai saat ini perhatian mereka hanya tertuju kepada anak-anak Agar menjadi karya tulis yang padu, susunan yang tepat adalah ....1-2-4-32-3-1-43-4-1-24-1-3-21-2-3-4Jawaban C - Pembahasan >Cermatilah kerangka karya tulis ilmiah berikut ini!Bab 1 PendahuluanLatar belakangBatasan masalah[ ....]Metode pengumpulan dataSistematika penulisan23. Kerangka pendahuluan karya tulis tersebut perlu dilengkapi dengan ....Kata pengantarPembahasaanDaftar isiTujuan penulisanRumusan masalahJawaban E - Pembahasan >Perhatikan judul karya tulis berikut!Pengaruh Narkoba Terhadap Perkembangan Kejiwaan24. Paragraf pengantar yang tepat berdasarkan judul tersebut yaitu ....Kebiasaan mengonsumsi narkoba sangat merugikan. Kerugian itu berupa gangguan fisik dan mental. Dengan begitu, jauhilah narkoba dan jangan mencoba menggunakannySayangilah dirimu!Melalui berbagai media massa, kita memperoleh informasi bahwa banyak kalangan menggunakan narkoba Para remaja, mahasiswa, bahkan pejabat ada terlibat penggunaan dan peredaran narkobHal ini sangat memprihatinkan. Oleh karena itu, perlu dirumuskan langkah-langkah dengan maraknya peredaran dan penggunaan narkoba di berbagai kalangan, pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap lalu lalang pergerakan narkobSemua jajaran keamanan disiagakan termasuk tim khusus semua pihak harus waspada terhadap penyalahgunaan narkobJangan sampai jatuh kepada orang-orang yang tidak bertanggung jawaJika sampai lengah, kita semua akan menanggung akibatnya. Bangsa akan memang sudah menyebar di kalangan warga Indonesia Mereka tidak segan mengonsumsi narkoba untuk memuaskan hasrat. Yang tadinya hanya coba-coba, akhirnya menjadi A - Pembahasan >Cermatilah latar belakang karya ilmiah berikut!1 Maraknya tayangan film-film asing di stasiun televisi.2 Cerita dan adegan dalam film asing banyak mengadung unsur budaya yang bertentangan dengan budaya Judul makalah yang sesuai berdasarkan latar belakang tersebut yaitu ....Usaha-Usaha Apakah yang Perlu Dilakukan untuk Menangkal Pengaruh Negatif TV?Usaha-Usaha Pencegahan Lunturnya Jati Diri Bangsa Akibat Pengaruh Negatif Budaya Asing Dalam Film TelevisiUsaha-Usaha Pemerintah untuk Menangkal Lunturnya Jati Diri Bangsa Akibat Pengaruh Negatif Budaya Asing dalam Film TelevisiUsaha-Usaha Apakah yang perlu dilakukan Sekolah untuk Menangkal Pengaruh Negatif Budaya Asing dalam film televisi?Alasan Mengapa Remaja Lebih Menyukai Film Televisi padahal Terdapat Pengaruh Negatif Budaya AsingJawaban B - Pembahasan >Cermatilah latar belakang karya ilmiah berikut!Limbah kemasan plastik selama ini menjadi masalah. Limbah plastik itu ternyata dapat menjadi sumber tambahan pendapatan bagi keluargLimbah plastik dapat bermanfaat jika dikelola dengan cara daur Rumusan masalah yang tepat dari latar belakang tersebut yaitu ....Siapa yang mengelola limbah kemasan plastik?Bagaimana pengelolaan limbah kemasan plastik menjadi bermanfaat?Apa saja yang termasuk limbah plastik?Di mana pengelolaan limbah kemasan plastik yang terbaik?Berapa jumlah limbah kemasan plastik setiap bulannya?Jawaban B - Pembahasan >Cermatilah kutipan berikut!Adapun di dalam karya tulis ini akan membahas alternatif sumber energi di mana lebih efektif dan Perbaikan yang tepat dari kalimat di atas yaitu ....Di dalam karya tulis ini akan membahas alternatif sumber energi yang lebih karya tulis ini akan membahas alternatif sumber energi yang efektif dan karya tulis ini akan dibahas energi alternatif yang lebih efektif dan tulis ini akan dibahas energi altenatif yang lebih efektif dan dalam karya tulis ini dibahas energi alternatif yang lebih efektif dan C - Pembahasan >Cermatilah kutipan berikut!Penanya "Bagaimana caranya kita sebagai remaja dapat terhindar dari dampak negatif penggunaan teknologi elektronik masa kini?"Penyaji "Dengan memanfaatkan teknologi tersebut dengan sebaik-baiknya sesuai kebutuhan."28. Informasi yang terdapat dalam kutipan dialog tersebut yaitu ....Penjelasan tentang dampak negatif penggunaan teknologiPenjelasan tentang dampak positif penggunaan teknologiAlasan diperlukannya teknologi elektronikSolusi permanfaatan teknologi elektronikMacam-macam teknologi elektronikJawaban D - Pembahasan >Cermatilah kutipan berikut!Pada jaman global seperti sekarang ini kita dituntut aktif mengikuti perkembangan Kata tidak baku dalam kutipan tersebut yaitu ....JamanSepertiAktifTeknologiPadaJawaban A - Pembahasan >Itulah 25+ kumpulan soal tentang karya tulis ilmiah KTI mata pelajaran bahasa Indonesia kelas 11 kurikulum 2013 revisi beserta kunci jawaban dan pembahasannya. โจทย์ปัญหา10th-13th gradeBahasa IndonesiaนักเรียนQanda teacher - sifa0Pengembangan pantun sebagai sarana prasarana karya tulis perlu dikembangkan pada remaja. Dalam menulis pun kaidah penulisan juga perlu diperhatikan, sehingga karya tulis pantun sebagai puisi lama cukup dilestarikan. Dalam hal ini penting bagi kita untuk mewariskan pantun sebagai amanat atau cagar budaya yang perlu dilestarikan. Agar remaja tau bagaimana indahnya dalam melakukan puisi kataยังไม่เข้าใจใช่ไหม?ลองถามคำถามกับคุณครู QANDA! Secara umum, pantun merupakan puisi lama yang sudah amat terkenal serta seringkali dipakai untuk memeriahkan suatu ada dalam acara lenong, dimana pantun ini dilontarkan oleh dua orang jawara itu, pantun juga memiliki beberapa macam dengan isi dan tujuan yang berbeda – beda, selengkapnya simak ulasan di bawah iniPengertian Pantun1. Secara Umum2. Menurut Para AhliCiri – Ciri PantunKaidah Kebahasaan PantunStruktur Teks PantunJenis – Jenis Pantun1. Pantun Berdasarkan Isi2. Pantun Berdasarkan BentuknyaCara Mengevaluasi Teks Pantun1. Secara UmumPantun adalah salah satu jenis puisi lama empat bait yang terdiri atas sampiran dan dari asal usulnya, pantun ini berasal dari bahasa Minangkabau yakni “patuntun” yang artinya juga memiliki nama lain yaitu parikan / paparikan / umpasa pada daerah – daerah hanya itu saja, pantun juga terdiri atas empat baris yang mempunyai bait sama dan isinya berupa sampiran dan serta, seperti contoh di bawah iniPergi ke pasar membeli semangka Semangka habis tinggal bijinya Jika kalian ingin bahagia Usaha serta doa merupakan kuncinyaKeteranganBait pertama serta kedua pantun di atas adalah sampiran dan bait ketiga serta keempat adalah rima a-a-a-a di setiap akhir suku kata dan baitnya selalu kali pantun juga mempunyai rima lain seperti a-b-a-b serta terdiri dari 8-12 suku Menurut Para AhliBerikut adalah beberapa pengertian pantun menurut para ahli, antara lain1. Herman J Waluyo “200532”Pantun merupakan suatu puisi melayu asli yang telah mendarah daging di dalam budaya masyarakat”.2. Sunarti “200511”Pantun adalah salah satu bentuk puisi lama, serta keindahannya ada di dalam segi bahasanya. Salah satu keindahan yang ada pada bahasa pantun ditandai dengan rima a-b-a-b di setiap akhir Edi & Farika “200889”Pantun merupakan suatu bentuk puisi lama yang telah dikenal luas pada beragam bahasa di nusantara. Di dalam bahasa jawa, pantun dikenal sebagai parikan, serta dalam bahasa sunda pantun dikenal sebagai Hidayat “20101”Pantun adalah salah satu jenis puisi melayu lama yang dikenal secara luas di KBBIPantun adalah bentuk puisi Indonesia Melayu di mana pada setiap baitnya kuplet terdiri atas empat baris yang bersajak a-b-a-b di setiap akhir dari sampiran pada bait pertama dan kedua yang dipakai sebagai tumpuan, sementara untuk bait ketiga dan keempat adalah isinya, setiap larik terdiri dari empat juga kerap disebut sebagai peribahasa – Ciri PantunBerikut adalah ciri – ciri pantun, antara lainDua bait atau baris pertama merupakan sampiran serta dua baris terakhir merupakan bagian barisnya mempunyai 8 – 12 suku rima a-b-a-b atau baris terdiri dari 4 – 6 bait terdiri dari 8 – 12 suku atas empat Kebahasaan PantunBerikut adalah kaidah kebahasaan untuk menyusun pantun, antara lain1. DiksiMerupakan pilihan kata yang cocok dan tepat pada pemakaiannya untuk menyampaikan gagasan sehingga didapatkan efek tertentu seperti yang Bahasa kiasanMerupakan bahasa yang dipakai si pelantun guna memberikan gambaran makna secara tidak umumnya bahasa kiasan ini berwujud peribahasa atau ImajiMerupakan ilustrasi yang dibuat oleh si pelantun secara tidak imaji ini seolah – olah apa yang digambarkan dalam teks pantun bisa didengar imaji auditif, dilihat imaji visual, dan atau dirasa imaji taktil.4. BunyiPada umumnya muncul dari adanya kiasan, imaji, serta diksi yang dibuat pada saat menuturkan terdapat unsur rhyme rima serta rhythm ritme untuk memperindah pantun serta lebih mudah Teks PantunPada setiap pantun akan disusun dengan dua elemen penting sehingga akan membentuk pantun secara adalah struktur pembangun pada teks pantun, antara lainSampiran Bagian ini berada di baris pertama & kedua. Pada sampiran tidak memiliki kaitan dengan bagian isi Bagian isi pantun ada di baris ketiga & keempat. Pada bagian isi pantun adalah tujuan dari pantun yang akan – Jenis PantunPada dasarnya, pantun ini merupakan puisi lama sederhana, tetapi di dalam pantun terdiri dari 2 macam jenis yang berbeda, yaitu dilihat dari isi dan bentuk pantun itu penjelasan lebih lanjut1. Pantun Berdasarkan IsiBerdasarkan isinya, pantun dibagi lagi menjadi beberapa jenis, diantaranya ialah sebagai berikuta. Pantun PercintaanJenis ini kerap kali dipakai untuk mengungkapkan isi hati dari seseorang pada orang umumnya, pantun percintaan ini sangat populer di kalangan remaja yang tengah dimabuk acara memakai batik Dengar nyanyian dari alunan gitar Datang kepadaku wahai wanita cantik Mata terpana hati kian bergetarb. Pantun JenakaPantun jenaka adalah pantun yang di dalamnya berisi jenaka atau suatu lelucon yang dari pembuatan pantun ini yaitu untuk memberikan hiburan pada para pembaca atau berkebun memetik alpukat Alpukat dimakan sembari berdiri Nona datang semakin mendekat Bersuara keras membikin aku laric. Pantun PeribahasaPeribahasa adalah suatu pepatah yang dapat dijadikan dalam praktek penyampaiannya, peribahasa juga sering kali disandingkan bersama gelap saat malam Tanpa selimut akan kedinginan Air beriak tanda tidak dalam Air tenang akan menghanyutkand. Pantun AdatSecara umum, pantun adat adalah jenis pantun yang isinya terkait kebudayaan maupun adat di dalam madu semanis gula Madu dimakan enak rasanya Seribu pulau seribu budaya Jadi kebanggaan Indonesiae. Pantun Teka – TekiPantun teka – teki adalah pantun yang memberikan pertanyaan supaya pembaca atau pendengar akan menebak karung namun berisi Berbau khas namun tidak amis Coba tebak apakah ini? Ekor dibakar kepala yang habisf. Pantun AgamaPantun agama merupakan jenis pantun yang isinya membahas terkait hubungan manusia dengan ini pada umumnya berisikan nasihat serta pesan moral yang sesuai dengan nilai – nilai agama Ambon ditanam di gunung Tumbuh dua puluh layu sebatang Buruk orang jangan kalian cari Bila kalian tengah berpuasag. Pantun AgamaNasihat di dalam agama juga kerap kali dibuat sebagai kiasan pada pantun supaya tidak jenuh pada saat mendengar pantun yang kayu daunnya rimbun Lebat bunganya serta buahnya Walaupun hidup seribu tahun Bila tak sembahyang apa gunanyah. Pantun AnakPantun anak merupakan jenis pantun yang berkaitan dengan anak serta memiliki tujuan untuk membuat anak senang dan dapat memberikan edukasi untuk kopi di waktu hujan Memang sangat nikmat rasanya Anak baik anak teladan Jadilah kebanggaan keluargai. Pantun NasehatPantun nasehat merupakan jenis pantun yang berisi untuk memberikan himbauan, anjuran, maupun pesan moral pada seseorang atau bergegas untuk bertemu Bertemu sembari membawa gulali Kaya harta miskin ilmu Tentulah merugi sama sekalij. Pantun KepahlawananPantun kepahlawanan merupakan jenis pantun yang berisi akan semangat – pagi olahraga Olahraga pengen makan pisang Meski raga pejuang sudah tiada Namamu tetap akan dikenangk. Pantun BudiPantun budi memberikan nasihat supaya pembaca atau pendengarnya selalu berlaku baik di dalam menjalani jantan si ayam jalak Jaguh Siantan nama diberi Rezeki tak saya tolak Musuh tak saya caril. Pantun PerpisahanPantun jenis satu ini mengungkapkan rasa kehilangan dari pemantun karena ditinggal orang yang bisa juga isinya mengenai harapan supaya si pemantun serta pembaca atau pendengar dapat bertemu pauh delima batu Anak sembilang di tapak tangan Biar jauh di negeri satu Hilang di mata di hati jangan2. Pantun Berdasarkan BentuknyaBerdasarkan bentuknya, pantun dibagi lagi menjadi empat jenis, diantaranya ialah sebagai berikuta. Pantun BiasaContoh pantun biasaMalam hari main kulintang Ditemani dengan kawan tersayang Bagaimana hati tak jadi bimbang Kepala botak minta untuk dikepangb. TalibunTalibun merupakan jenis pantun yang memiliki jumlah baris lebih dari 4 baris serta pada setiap baitnya harus genap, contohnya 6, 8, 10 dan satu bait isinya terdiri dari 6 baris, maka 3 baris pertama merupakan sampiran serta 3 baris sisanya merupakan isi. Dan untuk sajaknya akan menjadi satu bait isinya terdiri dari 8 baris, maka 4 baris pertama merupakan sampiran serta 4 baris sisanya merupakan. Dan untuk sajaknya akan menjadi anak pergi ke pekan Yu beli belanak pun beli Ikan panjang beli dahuluKalau anak pergi berjalan Ibu cari sanak pun cari Induk semang cari dahuluc. Pantun Seloka / Pantun BerkaitSeloka merupakan jenis pantun berkait yang tak cukup hanya dengan satu bait saja, sebab pantun berkait ini adalah jalinan atas beberapa – ciri selokaBaris kedua & keempat di bait pertama digunakan sebagai baris pertama serta ketiga di bait kedua & keempat di bait kedua digunakan sebagai baris pertama serta ketiga di bait I Taman melati di rumah – rumah baris I Ubur – ubur sampingan dua baris II Jika mati kita bersama baris III Satu kubur kita berdua baris IVBait II Ubur – ubur sampingan dua baris I Taman melati bersusun tangkai baris II Satu kubur kita berdua baris III Jika boleh bersusun bangkai baris IVd. Pantun Kilat / KarminaCiri – ciri karminaSetiap bait terdiri dari dua pertama menjadi sampiran, dan baris kedua menjadi sajak baris terdiri atas 8 – 12 suku parang, sekarang besi Dahulu sayang, sekarang benciCara Mengevaluasi Teks PantunTerdapat beberapa cara mudah yang dapat kalian gunakan untuk mengevaluasi teks pantun, dikarenakan teks pantun ini banyak memakai kata arkais serta kata konotasi, maka kalian dapat memanfaatkan KBBI untuk dijadikan sebagai adalah cara untuk mengevaluasi teks pantunBacalah teks pantun yang akan diartikan dengan memakai irama atau ritme yang mencari kaitan diantara sampiran dengan isi kata – kata yang tak lazim kata arkais serta kata – kata konotasi yang ada di dalam pantun kemudian berpedoman lah di KBBI untuk memahami arti kata demi kataSimpulkan makna isi dari teks pantun cara di atas, kalian juga bisa memakai parafrasa sederhana. 83 Ragam Peristiwa D. Menulis Puisi Lama Pantun Menulis Sastra Tujuan Pembelajaran Kamu akan mampu menulis puisi lama dengan memperhatikan bait, irama, dan rima. Tahukah kamu jenis-jenis puisi lama Indonesia? Ya, ada bermacam-macam jenis puisi lama, antara lain mantra, seloka, gurindam, pantun, dan syair. Namun yang akan kamu pelajari kali ini hanya memfokuskan pada bentuk pantun. 1. Sifat Puisi Lama Sesuai dengan masyarakat lama, puisi lama berisi ekspresi, pikiran, gagasan, dan perasaan orang pada zamannya serta adat istiadat yang menyertainya. Sifat-sifatkarakteristik puisi lama antara lain sebagai berikut. a. Irama puisi lama pada umumnya sama 2-2. b. Puisi lama berbentuk lurus a-a-a-a, silang a-b-a-b, atau terikat pada jumlah kata dan kembar a-a-b-b, atau berpeluk a-b-a-b larik. c. Mempunyai bentuk tetap, sesuai aturan tiap jenis puisi. d. Penggunaan rima mengikat. 2. Kaidah Penulisan Pantun Perhatikan contoh pantun berikut. Berakit-rakit ke hulu Berenang-renang ke tepian Bersakit-sakit dahulu Bersenang-senang kemudian Dari mana datangnya lintah Dari sawah turun ke kali Dari mana datangnya cinta Dari mata turun ke hati Kaidah penulisan pantun adalah sebagai berikut. a. Terdiri atas 4 baris. b. Setiap baris terdiri 8 sampai 12 suku kata. c. Bersajak silang a-b-a-b. d. Baris 1 dan 2 sampiran, baris 3 dan 4 isi. e. Pantun bersifat curahan perasaanpikiran. 12 3 sampiran 12 3 isi Di unduh dari 84 Bahasa Indonesia Kelas X SMAMA 3. Jenis-Jenis Pantun Jenis-jenis pantun dapat dibedakan berdasarkan isinya dan jumlah barisnya, yaitu sebagai berikut. a. Berdasarkan Isinya 1 Pantun Anak-Anak a Pantun Jenaka b Pantun Teka-Teki Contoh Contoh 2 Pantun Orang Tua a Pantun Nasihat b Pantun Adat Contoh Contoh c Pantun Agama Contoh Tinggi bukit gilang gemilang Air laut tenang tenangan Budi sedikit tindakkan hilang Itu menjadi kenang kenangan Berek-berek turun ke semak Dari semak turun ke padi Dari nenek turun ke mamak dari mamak turun ke bumi Sudah diambil mari diurut Diurut di bawah pokok sena Melihat kambing mencabut janggut Gajah pula mengorek telinga Burung nuri burung dara Terbang ke sisi taman kayangan Cobalah tebak wahai saudara Makin di sisi makin ringan Jika tuan membeli tikar Tikar anyaman dari mengkuan Kalau tuan bijak pintar Ular apa membelit pinggang Ambil segulung rotan saga Sudah diambil mari diurut Duduk termenung harimau tua Melihat kambing mencabut janggut Kalau keladi sudah ditanam Jangan lagi meminta talas Kalau budi sudah ditanam Jangan lagi meminta balas d Pantun Dagang Contoh Cari lebah bersarang besar Jangan tersengat racun berbisa Janji Allah adalah benar Jangan tertipu kehidupan dunia Hari gelap jangan bingung Niscaya kita cepat tidur Hati siap karena untung Jangan alpa panjatkan syukur Di unduh dari 85 Ragam Peristiwa Bukan kacang sembarang kacang Kacang melilit kayu jati Bukan datang sembarang datang Datang melihat isi jantung hati Jauh berdagang di tengah kota Menjual dagangan di pelbagai benda Abang pergi mencari harta Buat meminang akan adinda e Pantun Remaja Contoh b. Berdasarkan Jumlah Barisnya 1 Pantun Berkait Pantun berkait, pantun berantai, atau seloka adalah pantun yang terdiri atas beberapa baris. Pantun ini terdiri atas beberapa bait yang sambung- menyambung. Hubungannya sebagai berikut Baris kedua dan baris keempat pada bait pertama dipakai kembali pada baris pertama dan ketiga pada bait kedua. Demikian pula hubungan antara bait kedua dan ketiga, ketiga dan keempat, dan seterusnya. Contoh Sarang garuda di pohon beringin Buah kemuning di dalam puan Sepucuk surat dilayangkan angin Putih kuning sambutlah Tuan Buah kemuning di dalam puan Dibawa dari Indragiri Putih kuning sambutlah Tuan Sambutlah dengan si tangan kiri Dibawa dari Indragiri Kabu-kabu dalam perahu Sambutlah dengan si tangan kiri Seorang makhluk janganlah tahu 2 Talibun Talibun adalah pantun yang susunannya terdiri atas enam, delapan, atau sepuluh baris. Pembagian baitnya sama dengan pantun biasa, yaitu terdiri atas sampiran dan isi. Jika talibun itu terdiri atas enam baris, tiga baris pertama merupakan sampiran dan tiga baris berikutnya merupakan isi. a Talibun enam baris Contoh Selasih di rimba Jambi Rotan ditarik orang Pauh Putus akarnya di jerami Kasih pun baru dimulai Tuan bawa berjalan jauh Itu menghina hati kami Di unduh dari 86 Bahasa Indonesia Kelas X SMAMA b Talibun delapan baris Contoh c Talibun sepuluh baris Contoh 3 Pantun Kilat Pantun kilat atau karmina ialah pantun yang terdiri atas dua baris. Baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua merupakan isinya. Contoh 4. Langkah-Langkah Menulis Pantun

kaidah penulisan pantun sebagai puisi lama di kalangan para remaja